Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidakmya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "risiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Dan saya selalu percaya bahwa Allah SWT tidak mungkin memberi cobaan diluar batas kemampuan hamba-Nya.
Pengalaman pribadi tentang penderitaan yang pernah saya alami, sebenarnya sangat susah untuk menulis tugas ini karena saya sudah menghapus arti kata menderita itu sendiri dari kamus kehidupan saya dan saya berpendapat “kenapa harus menderita kalau kita bisa hidup bahagia”. Tapi karena di haruskan untuk menulis tentang penderitaan apa boleh buat.
Seingat saya waktu SMA dulu saya pernah mengalami penderitaan yaitu pada saat kelas satu SMA ‘sebenarnya gak menderita-menderita banget’ di mana waktu itu saya di paksa untuk mengambil jurusan IPA oleh kedua orang tua saya padahal minat saya sesungguhnya di IPS dan untuk menyenangkan orang tua saya berusaha sekeras mungkin supaya dapat masuk IPA akhirnya berhasil dari 6 kelas di ambil 2 kelas untuk IPA. Di situlah penderitaan saya di mulai saya harus belajar pelajaran yang tidak saya suka di tambah teman-teman saya yang pintarnya di atas rata-rata saya alhasil makin terpuruk dan minder keluar lah rapot smester pertama yang isinya gak merah si cuma jarang yang di atas 80, smester kedua sudah agak sadar kenapa dia bisa mendapat nilai bagus saya tidak bisa padahal sama-sama makan nasi di smester dua alhamdulillah nilai rapot saya naik. Naik lah kelas 3 dengan teman-teman yang berbeda. enggak tau kenapa di kelas 3 ini saya drop se drop-dropnya mungkin karena teman-teman saya yang jauh lebih pintar dari saya. Di kelas 3 ini lah saya tidak dapat bangkit dan terus terpuruk dan tambah terpuruk ketika teman-teman saya mendapatkan Universitas Negri dan saya tidak dapat (dapat si Cuma tidak sesuai minat) itulah penderitaan yang saya alami.
Cara saya keluar dari penderitaan tersebut alhamdulillah saat saya terpuruk tidak bisa mendapat universitas negri saya mendapat masukkan dari seorang motivator dari sebuah radio yang membuat saya bangkit kembali dengan kata-katanya:
1. Tidak ada ketentuan orang sukses harus lulusan dari universitas negri
2. Dan tidak ada ketentuan orang lulusan universitas swasta tidak bisa sukses
3. Jadilah mutiara dalam lumpur
4. Dan buktikan pada semua orang kalau kamu bisa sukses dan harus sukses
Itu saja yang bisa saya ceritakan, pesan saya kepada teman-teman yang membaca maupun saya sendiri “ orang sukses pasti pernah gagal, terpuruk, menderita kenapa?? Karena kegagalan, keterpurukan dan penderitaan itulah yang merupakan penyebab seseorang itu berhasil” tetap semangan PEMUDA-PEMUDI INDONESIA........




Tidak ada komentar:
Posting Komentar