".....menuju indonesia yang adil dan makmur....."
itu adalah cuplikan dari pembukaan UUD '45.
Bagaimana mau adil dan makmur?? Malah nyatanya sekarang,,, indonesia malah bobrok.
politikus yang jago korupsi sampai menghabiskan milyard-an rupiah uang rakyat cuma di hukum tak lebih dari 10 tahun.
belum lagi kalau dapat potongan masa tahanan pas libur hari raya, sel penjaranya pun juga gak biasa, malah luar biasa!
ada toilet, kasur empuk, makan enak, dikunjungi kapan aja bisa,,,
malah kayak pindah rumah saja.......
politikus yang jago korupsi sampai menghabiskan milyard-an rupiah uang rakyat cuma di hukum tak lebih dari 10 tahun.
belum lagi kalau dapat potongan masa tahanan pas libur hari raya, sel penjaranya pun juga gak biasa, malah luar biasa!
ada toilet, kasur empuk, makan enak, dikunjungi kapan aja bisa,,,
malah kayak pindah rumah saja.......
Bahkan yang lebih gila lagi bisa-bisanya tahanan jalan-jalan ke bali sampe ke luar negri..
bedain sama penjahat kelas teri kayak maling motor, pelayanannya pun juga kelas teri.
sel sumpek, kotor, belum lagi kalo pas ditangkep/kepergok dia dapet bonus bogem mentah dari masyarakat.
apa semuanya jawabannya bersumber dari satu kata yaitu "UANG" ??
Pada jaman yang sulit ini memang uang adalah faktor utama penyebab orang menjadi jahat dan tidak adil, semua masalah sepertinya harus diselesaikan dengan uang. Pengalaman saya dengan ketidak adilan sekitar setahun yang lalu saya berkendara motor dan saya masih belum begitu tau tentang jalan tersebut mana yang boleh dilalui mana yang tidak boleh dan lewat lah seorang tentara yang arah jalannya sama dengan arah yang ingin saya tuju, tanpa berfikir panjang langsung saja saya mengikuti tentara tersebut dengan berfikir tentara pasti tau jalan yang benar. Baru berjalan sekitar 10 meter saya di berhentikan oleh polisi sementara itu tentara yang saya ikuti melenggang bebas tanpa hambatan. Dan akhirnya saya kena tilang seperti biasa pertanyaan yang sudah gak asing lagi bagi para pengemudi yang sering di tilang “mau damai atau sidang??” karena saya sedang buru-buru dengan berat hati keluarlah 50 ribu rupiah (gak boleh di tawar) dan sebelum saya pergi saya menanyakan pada polisi tersebut ‘ pak, kenapa hanya saya saja yang di tilang? Kenapa tentara tadi tidak di tilang? padahal kesalahan kami kan sama’ dan dengan entengnya polisi itu menjawab kami satu korps. Hah??? Itu yang namanya adil?? Bukannya semua orang di mata hukum derajatnya sama?? Itu adalah pertanyaan yang saya tanyakan dalam hati (klo langsung takut sama polisinya mukanya serem).




Tidak ada komentar:
Posting Komentar