2.17.2011

CINTA KASIH


Masih hangat di ingatan kita pada tanggal 14 February kemarin seluruh orang di dunia baik yang masih anak-anak, remaja bahkan yang sudah berumur serentak merayakan hari kasih sayang/valentine tapil kalau menurut saya pribadi setiap hari adalah hari kasih sayang. Menurut kamus umum bahasa Indonesia ,cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang(kepada),ataupun sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih berarti perasaa sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan sehingga cinta kasih dapat diartikan sebagaiperasaa suka/sayang kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia,sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan,pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak,hubungan yang erat dimasyrakat dan hubungan manusiawi yang akrab.
MenurutDr.Abdullah Nasih Ulawan dalam bukunya manajemen cinta,cinta adalah perasaan hati dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah,gairah dan kasih sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang murni,yang tak terpisahkan dengan kehidupannya.Cinta itu selalu dibutuhkan dan jika seseorang ingin menikmatinya dengan cara yang terhormat dan mulia,suci dan penuh taqwa,tentu seseorang tersebut akan mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginannya yang suci nan mulia.
Didalam kitab suci Al Alquran ditemui adanya fenomena cinta yang tersembunyi didalam jiwa manusia.Cinta memiliki tiga tingkatan-tingkatan yaitu:
1). Cinta tingkat tertinggi adalah cinta terhadap Tuhan YME.
2). Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara seiman, dan yang lainnya.
3). Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, keraqbat, harta dan tempat tinggal.

Hikmah cinta adalah sangat besar dan hanya orang yangtelah diberi kepahaman dan kecerdasan yang mampu merenungkannya. Diantara hikmah-hikmah tersebut adalah :

1. Sesungguhnya cinta itu adalah merupakan ujian yang berat dan pahit dalam kehidupan manusia,karena setiap cinta akan mengalami berbagai macam rintangan
2. Bahwa fenomena cinta yang telah melekat didalam jiwa manusia merupakan pendoroang dan pembangkit yang paling besar didalam melestarikan kehidupan lingkungan .Kalau bukan karena cinta,tentu manusia tidak akan pernah terdorong gairah hidupnya untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan
3. Bahwa fenomena cinta merupakan factor utama didalam kelanjutan hidup manusia dalam slaing kenal-mengenal antar mereka
4. Fenomena cinta,jika diperhatikan merupakan pengikat yang paling kuat didalam hubungan antar anggota keluarga,kerukunan bermasyarkat,mengasihi sesama makhluk hidup dan keselamatan di segala penjuru bumi
Manusia dan Cinta kasih sangatlah berhubungan, karna manusia sebagai ciptaan Allah yang paling sempurna sangatlah memerlukan kasih sayang dan cinta dari siapa pun. Yang paling terpenting adalah, cinta kasih sangatlah berperan penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta kasih merupakan landasan kelangsungan hidup manusia dan sangat berhubungan erat dengan Tuhan-Nya sehingga manusia menyembah Tuhan-Nya dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya dan berpegang teguh pada syariat-Nya.

KASIHSAYANG IBU


Tak terasa waktu cepat sekali berlalu, seorang anak laki-laki bernama Tiros meluluskan pendidikannya di SMA, namun sayang pada saat kelulusannya dia tidak pernah menyertakan atau mengajak ibunya. Tiros merupakan satu-satunya anak yang dimiliki oleh ibu Suti, dan anugrah dari Tuhan  yang sangat berharga bagi diri ibu Suti. Ayah Titos meninggal dunia saat dia masih dalam kandungan, hanya Tiroslah yang menjadi tumpuan hidup ibunya sehingga dia kuat untuk menjalani hidup.

Pada suatu saat Tiros berkata pada ibunya : “ Ibu, aku malu sama teman-temanku, mereka memiliki ibu yang sempurna secara fisik dan mereka bangga terhadap ibu mereka, tapi aku bu, mengapa aku memiliki ibu yang buta. Andai  saja aku tau, aku dilahirkan oleh seorang ibu yang buta maka aku lebih memilih untuk tidak dilahirkan”

Mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya ibu Suti berkata : “ Nak, ibu memang buta, tetapi walaupun kau malu dengan keadaan fisik yang ibu miliki, ibu tetap sayang padamu nak. Tirospun menjawab : “ Bu, semua teman-temanku selalu menghinaku, bahkan tidak ada satu perempuanpun yang suka padaku karena melihat fisik ibu yang tidak sempurna. Mereka takut jika kelak menikah denganku anak kami juga akan cacat, buta seperti ibu ”. Mendengar perkataan anaknya ibu Suti begitu terpukul dan menangis, namun demikian ibu Suti tetap sayang dengan anaknya Tiros dan tak henti-hentinya ibu itu berdo’a untuk anaknya.

Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, akhirnya Tiros menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Teknik. Betapa bangganya hati ibu Suti mendengar anaknya akan diwisuda dan menjadi seorang Insinyur, tak sia-sia pengorbanan ibu Suti selama ini dengan berjualan di pasar untuk menyekolahkan Tiros, tak kenal lelah bu Suti berkerja walaupun dalam keadaan matanya yang buta. Sampailah saat yang ditunggu-tunggu, saat Tiros dan yang lainnya akan diwisuda. Teman-teman Tiros berserta orang tuanya dan keluarga berkumpul menantikan acara dimulai, tetapi ibu Suti sama sekali tidak diajak Tiros untuk menghadiri wisuda tersebut.

Akhirnya ibu Suti datang sendiri keacara tersebut, sesampainya ditempat Tiros akan diwisuda, betapa bahagianya hati sang ibu Suti mendengar nama anaknya dipanggil kedepan dengan nilai terbaik.

Namun tidak Tiros, dia sangat malu terhadap teman-teman dan kekasihnya ketika mengetahui ibunya juga hadir di acara wisuda itu, acara yang seharusnya menurut Tiros membuatnya bahagia.

Pada saat itu, ibunya menekati Tiros sambil meraba-raba wajah anaknya, dan kekasih Tiros bertanya pada Tiros : “ Siapa perempuan buta itu ? Tiros tidak menjawab dan hanya diam membisu. Akhirnya ibu Suti berkata bahwa dia adalah ibunya Tiros, mendengar ibunya berkata demikian, Tiros akhirnya pulang sebelum acara selesai dan meninggalkan ibunya senidirian.

Setelah acara selesai akhirnya ibu Suti juga pulang kerumah tanpa anaknya Tiros. Namun siapa yang tau kapan ajal akan tiba, ketika hendak menyebrang jalan ibu Suti meninggal dunia. Hanya tas kecil dan sangat lusuh yang selalu dibawa kemanapun ibu Suti saat berpergian. Betapa terkejutnya Tiros ketika pihak rumah sakit mengabarkan bahwa beberapa menit yang lalu ibunya telah meninggal akibat kecelakaan. Dan petugas kepolisian memberikan tas yang dibawa ibunya pada saat menghadiri wisuda, Tiros hanya diam duduk menunggu ibunya yang masih dibersihkan dari sisa-sisa darah yang masih menempel di tubunya.

Pada saat menunggu jenazah ibunya, Tiros membuka tas kesayangan ibunya yang lusuh dan kumal itu. Disana terdapat foto ibunya ketika mengandung Tiros, pada saat Tiros masih bayi, dan betapa terkejutnya Tiros ketika membaca sepucuk surat yang begitu lusuh yang terdapat didalam tas ibunya. Tiros membaca surat tersebut, dan didalam surat itu tertulis :

“ Banjarmasin, 12 Oktober 1984, Anaku Tiros yang sangat kucintai, bayi mungilku yang sangat kusayangi, betapa kau sangat berharga dihati ibu nak. Walaupun kau buta dari lahir tetapi ibu sangat menyayangimu, kaulah anugrah terindah yang ibu muliki. Nak, ini adalah surat terakhir yang ibu tulis, karena besok ibu sudah tidak bisa lagi menuliskan kata-kata diatas kertas. Karena besok ibu akan mendonorkan kedua mata ibu untukmu nak, agar kelak kau dapat melihat dan menikmati indahnya dunia, anugrah yang diberikan Tuhan. Nak suatu saat jika ibu sudah tiada dan kau ingin melihat ibu, berkacalah nak, karena dimatamu ada ibu yang selalu menemanimu ”.

Akhirnya tanpa terasa air mata Tiros mengalir dan sudah terlambat bagi dirinya untuk membahagiakan ibunya. Tiros teringat dengan semua perbuatan yang ia lakukan terhadap ibunya, dia hanya duduk terdiam tersimpuh di depan kaki ibunya yang telah terbujur kaku. Semua telah terjadi dan kini ibunya telah pergi untuk selama-lamanya.

Note : “Cerita ini mengajarkan betapa besar kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya, tanpa mengharapkan balasan. Ibu selalu dengan ikhlas memberikan apapun yang dimilikinya termasuk jiwanya sendiri “.

sumber : http://wan.web.id

2.13.2011

BUDAYA JAM KARET DI INDONESIA


saya akan mengambil salah satu contoh budaya yang tidak baik di Indonesia yaitu jam karet. Jam karet adalah suatu istilah yang akrab di telinga orang Indonesia. Jam karet merupakan istilah yang merujuk kepada konsep waktu, di mana sebuah waktu yang telah ditentukan bukan merupakan sesuatu yang pasti, melainkan sesuatu yang dapat dapat diundur atau molor(maaf gak tau bahasa indonesianya) seperti karet  sehingga lebih bersifat sebagai penanda suatu jangka masa yang berkisar pada waktu tersebut.  jam karet seperti sudah menjadi budaya di Indonesia. Janjian rapat, arisan, kerja kelompok, dan pertemuan-pertemuan lainnya tidak lengkap rasanya jika tidak ada oknum-oknum yang melakukan jam karet ini. Entah darimana asalnya kebiasan jam karet menjadi salah satu ciri khas orang Indonesia bahkan ada omongan apabil orang telat “DASAR ORANG INDONESIA!”.

Jika ditinjau dari sudut etika, seseorang yang melakukan jam karet adalah orang yang mementingkan kepentingan sendiri/egois. Ada benturan kepentingan yang terjadi antara kepentingan pribadinya dan kepentingan umum. Orang yang berprilaku jam karet merasa harus menyelesaikan urusannya dahulu sampai tuntas baru memikirkan urusan lainnya yang bersifat umum. Perilaku ini juga erat kaitannya dengan tingkat kedisiplinan seseorang; kesadaran akan pentingnya komitmen yang telah dibuat; dan sikap penghargaan atas waktu yang terus berjalan dan tidak akan tergantikan.

Jam karet tidak bisa dipungkiri memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupan kita. Jadwal-jadwal acara yang menjadi molor pelaksanaanya mempengaruhi jadwal pelaksanaan kegiatan-kegiatan berikutnya. Seseorang yang terlambat bangun pagi akan berdampak pada terlambat mandi, sarapan, berangkat kuliah dan seterusnya yang akan mengakibatkan hari itu menjadi suatu hari yang kurang sukses bagi dirinya. Kebiasaan jam karet memberikan dampak negatif yang lebih besar lagi jika dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jabatan penting dalam masyarakat atau top management dalam suatu perusahaan bila pemimpinnya saja tidak disiplin bagai mana anak buahnya bisa di siplin.

Perilaku jam karet merupakan salah satu bentuk sikap sepele yang mengajarkan kita untuk tidak jujur, tidak disiplin, dan korupsi waktu yang pada gilirannya nanti akan menjelma menjadi budaya korupsi kelas kakap yang membahayakan bangsa dan negara. Bahkan disinyalir budaya jam karet ini merupakan salah satu budaya yang menghambat kemajuan bangsa dan negara. Oleh karena itu penulis mengajak marilah biasakan disiplin pada diri kita sendiri.


Batik: Seni Budaya Indonesia yang ku banggakan

Indonesia tanah airku

Tanah tumpah darahku

Disanalah aku berdiri

Jadi pandu ibuku

Indonesia kebangsaanku

Bangsa dan Tanah Airku

Indonesia kita tercinta memiliki banyak budaya yang bisa kita banggakan di dunia internasional. Salah satunya kita mempunyai batik. Batik adalah salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang di akui Badan Dunia UNESCO sebagai warisan budaya “tak benda” pada tanggal 2 Oktober 2009 dan mendapat pangakuan resmi secara Internasional. Patut kita syukuri di tengah maraknya kostum-kostum rancangan desainer dari berbagai dunia. Tapi batik menampilkan kekhasanya tersendiri, sehingga menjadikan Kebanggaan bagi masyarakat Indonesia. Corak dan motif batik Indonesia sendiri sangat banyak, ada yang merupakan motif asli dari nenek moyang bangsa kita dan ada juga yang merupakan akulturasi dengan bangsa lain.
Sontak masyarakat Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009 mengenakan batik. Pada saat itu, terlihat sikap bangga menjadi warga Negara Indonesia yang mengenakan batik. Tidak hanya Ibu rumah tangga, guru-guru, karyawan kantor bahkan intansi swasta maupun pemerintah semua mengenakan batik bahkan tidak lama ini sporter bola indonesia pun beramai-ramai mengenakan batik untuk menonton bola/TIMNAS, Sebagai upaya untuk memperkuat dan perkenalkan kepada dunia bahwa batik merupakan budaya milik Indonesia . Kebijakan pemerintah mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia pada setiap hari jumat mengenakan batik. Sangatlah tepat, sehingga meningkatkan minat masyarakat akan mencintai produk kebudayaannya sendiri.
Batik itu Indah dan bagus banyak nilai sejarahnya yang terkandung. Tidak hanya cocok di pakai buat Kondangan, batik juga cocok di pakai berbagai jenis acara. Baik dalam acara reakreasi, rapat, seminar, reuni, wisuda dan sebagainya. Banyak anak muda yang merasa takut terlihat lebih tua ketika memakai batik. Walau ada anggapan batik itu untuk orang tua. Sekarang udah ada batik dengan desain motif dan corak yang di buat khusus untuk muda.

Saya bangga mengenakan batik, apalagi corak dan motif batik sangat bagus dan bervariatif! Ketika saya memakainya terlihat lebih berwibawa. Dan saran saya untuk Universitas Gunadarma Sebagai upaya bahwa kita bangga dan cinta terhadap warisan bangsa Indonesia pada hari jumat atau sabtu seluruh mahasiswa Gunadarma mari bersama-sama mengenakan batik sebagai simbol bahwa kita bangga dengan budaya Indonesia.